Showing posts with label Pemrograman Dasar. Show all posts
Showing posts with label Pemrograman Dasar. Show all posts

Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)

October 05, 2015 Add Comment


Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)





Membuat Database merupakan langkah yang selalu dilakukan pada saat kita akan membuat sebuah aplikasi yang terigrasi dengan database. database sendiri digunakan untuk menyimpan data .





Kegunaan Database




  1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi

  2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.

  3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)

  4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data

  5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data

  6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.

  7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).

  8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.

  9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.





Banyak tools yang bisa digunakan untuk membuat database. pada kesempatan kali ini saya akan membahas untuk membuat database di mysql dengan menggunakan cmd.


berikut langkah-langkahnya :





1. Buka Control Panel Xampp (Start - All Program- Xampp)


2. Pastikan Apache dan MySQL Running







3. Masuk ke CMD dan Tuliskan Script berikut :


cd ..


cd ..   


cd xampp


cd mysql


cd bin


mysql -u root










4. Bila berhasil ada bacaan 'Welcome to MySQL monitor'. Okeh Kita Lanjutkan dengan databasenya


5. Create database penjualan;


6. Use penjualan;






7. Lalu kita membuat Tabel dari database tersebut :


8. Create table barang (


Kode Varchar (5) Not Null,


Nama Varchar (20) Not Null,


Harga Integer Not Null,


Primary key (Kode)


);







9. Kita akan membuat isi dari Tabelnya :


Insert into barang (Kode, Nama, Harga) Values ("001","Indomie Goreng","2000");


10. Bila ingin melihat Hasilnya : Select*From barang;







11. Bila ingin membuat isinya banyak, Ulangi langkan No.10 tetapi 001 diganti menjadi 002 karna tadi kita mengkasi Primary Key di Kode.





TAMBAHAN





*Disini saya sudah membuat 3 isi dari tabel tersebut*





1. Melihat Hasil : Select*From barang; 


2. Melihat Tabel : Show Tables;


3. Melihat Struktur Pembuatan : Desc barang;


4. Menambah Field : Alter table barang add Jumlah Integer Not Null; 


*Bila ingin mengisi datanya gunakan sama sepertinya No.8*







5. Merubah Nama Field : Alter table barang change Nama Nama_Barang varchar(20) not null;







6. Merubah Isi Field : Update barang set Nama_Barang="Shampo" where kode="001";







7. Menghapus Satu Barisan : Delete from barang where kode="001";







8. Menghapus Table : Drop barang;


9. Menghapus Database : Drop enjualan;





Semoga Bermanfaat.


http://bloger-tkj-dos-q28.blogspot.co.id


Membuat Database di Microsoft Access 2013

April 12, 2014 Add Comment





Bagaimana Membuat Database dengan Microsoft Access 2013?




Create Database Access 2013



Microsoft Access adalah aplikasi adalah sebuah program aplikasi basis data komputerrelasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, danMicrosoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.





Pada posting kali ini saya akan membahas tentang pembuatan database dengan menggunakan microsoft access 2013. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :





1. Buka Aplikasi Microsoft Access 2013 --> lalu pilih Blank Dekstop Database (lihat gambar1)







Gambar 1

2. Beri Nama Database (Gambar2)






Gambar 2

 3. Tentukan Lokasi penyimpanan database --> lalu pilih Create (Gambar 3-5)






Gambar 3






Gambar 4






Gambar 5

4. Database sudah dibuat, selanjutnya kita buat tabelnya.

5. Pada Panel kiri, Klik kanan pada table1 --> lalu pilih Design View (Gambar 6)

 




Gambar 6

 6. Beri nama Tabelnya, Lalu klik OK (Gambar 7)






Gambar 7

 7. Lalu tentukan field pada tabel tersebut (Gambar 8)






Gambar 8

 8. Selanjutnya Isi Field pada tabel tersebut (Gambar 9)






Gambar 9






Gambar 10

9. Database dan Tabel berhasil dibuat.



Demikian Tutorial membuat Database dengan Microsoft Access 2013. semoga bermanfaat.

Untuk TutorialVideonya, silahkan Lihat videonya dibawah ini :









Fungsi DBMS(Databases Management System)

April 11, 2014 Add Comment

Fungsi DBMS?

Apa sih sebenarnya fungsi dari DBMS?









DBMS(Database Management System) adalah sebuah aplikasi yang dapat mengelola data dan sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi terhadap database. Namun banyak orang yang masih bingung antara database dengan DBMS sendiri, padahal keduanya berbeda, pada artikel ini kita akan membahas mengenai fungsi DBMS.


Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data dalam suatu sistem.

1. Menjaga Integritas Data

DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.

2. Penyimpanan Data (Data Storage Management)

DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.

3. Kamus Data

DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.

4. Transformasi dan Penyajian Data

Peran DBMS sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah ditentukan. Dengan demikian DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk physicalnya.

5. Keamanan Data

DBMS memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam database tersebut. DBMS berperan bagaimana memberikan hak akses pada orang yang sesuai. Selain itu DBMS juga bertugas mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user tersebut pada sebuah database.

6. Memungkinkan Akses Beberapa User

DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan role dan fungsinya.

7. Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery

DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti kerusakan dan bencana alam.

8. Menyediakan bahasa akses dan pemogramman

DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database yang dikenal dengan DML dan DDL. Dengan bahasa ini seorang DBA dapat dengan mudah memasukkan, mengambil, menghapus, dan mengubah data yang ada di database dengan memanfaatkan interface yang disediakan.

9. Menyediakan interface untuk komunikasi

DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti browser.

10. Manajemen Transaksi

DBMS menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi dan perintah yang disampaikannya untuk memastikan konsistensi data. Sebagai contoh, ketika DBA a mengakses dan melakukan penghapusan Data, pada saat yang bersamaan maka jika ada user yang mengakses data tersebut maka akan di pending sampai data telah terhapus.






Fungsi DBMS Dalam Suatu Sistem

Fungsi DBMS dalam suatu sistem bisa dikatakan sangat vital, bagaimana seluruh sistem menggantungkan kinerjanya pada sebuah DBMS. Jika suatu sistem sedang down, sebenarnya yang menjadi masalah bukan hanya web server atau server aplikasi itu saja, kebanyakan yang bermasalah adalah DBMS itu sendiri. Seorang DBA merupakan orang yang bertugas mengatur dan menjaga database melalui DBMS yang ia kuasai, hal ini termasuk normalisasi database, performance, dan keamanan database.





source : blogging.co.id


Download Materi Pemrograman Dasar All

October 08, 2013 Add Comment





Materi Pemrograman Dasar dari pertemuan pertama samapai ke persiapan UTS dapat di download melalui link dibawah ini:



Terdiri dari :


Modul 1 --> Installasi Aplikasi Pemrograman Turbo C++


Modul 2 --> Konsep Bahasa Pemrograman C++


Modul 3 --> Mengenal Struktur Bahasa Pemrograman C++


Modul 4 --> Mengenal Identifier, Variabel, Tipe data pada C++


Modul 5 --> Latihan dan Contoh Program C++ 


 













Mengenal Identifier, Tipe Data, Variabel pada C++

September 25, 2013 Add Comment




Tipe data pada C++

Mengenal Identifier, Tipe Data, Variabel pada C++

Masih berlanjut dengan pemrograman C++, pada posting kali ini akan membahas tentang identifier, tipe data, variabel, dan format pemanggilan data pada pemrograman C++.












1. Identifier

Identifier merupakan nama yang biasa digunakan untuk variabel, konstanta, fungsi atau objek lain yang didefinisikan oleh pemrogram. Aturan penulisan identifier adalah sebagai berikut :


1.Diawali huruf A...Z, a...z atau garis bawah (_)
2.Tidak boleh diawali dengan angka (Penggunaan huruf besar dan huruf kecil)
3.Tidak boleh menggunakan operator
4.Tidak boleh menggunakan spasi
5.Tidak boleh menggunakan kata-kata yang sudah ada dalam istilah bahasa C/C++. 

2. Variabel


Fungsi variabel dalam program untuk menyimpan suatu nilai tertentu dimana nilai tersebut dapat diubah-ubah. Pendeklarasian variabel dapat dilakukan dalam bentuk :

Tipe_data nama_variabel

Contoh :
Int a;
Char x,y;
Float d=8; 





3. Tipe Data


1. char (character)

Tipe data char adalah tipe data berupa karakter dan memiliki jumlah bit sebanyak 8. Tipe data char biasanya digunakan untuk nama , alamat , jenis , dan lain - lain .
Contoh :
char nama;


2. String

Merupakan sekumpulan dari beberapa karakter, yang banyaknya berubah -ubah sesuai kebutuhan,besarnya 1 s/d 255 karakter.
char nama[20];


3. int (integer)

Tipe data int adalah tipe data bilangan bulat dan memiliki jumlah bit sebanyak 16 .
Contoh:
int a;
int b=2;






Untuk materi lebih lengkapnya,dapat didownload melalui link dibawah ini:
















Semoga Bermanfaat






Memulai Coding Pemrograman C++

September 25, 2013 Add Comment

Memulai Coding Pemrograman C++









Pada pertemuan sebelumnya, dalam blog Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ Dos-q28) sudah dibahas tentang Bahasa Pemrograman C++, untuk posting kali ini akan membahas tentang bagaimana memulai membuat program C++. Sebelum memulai coding pemrograman C++, sebaiknya mengenal terlebih dahulu struktur dari bahasa pemrograman C++. 





























Adapun struktur dari bahasa pemrograman C++ adalah sebagai berikut:



#include<iostream.h>

void main()

{

   cout <<"Memulai Pemrograman C++";

}



Keterangan :



#include<iostream.h>

void main()


Kepala program dari C++/sering disebut dengan file header

{

   cout <<"Memulai Pemrograman C++";

}


Tanda { 'kurung kurawal buka' merupakan awal dari program C++, sedangkan } 'kurung kurawal tutup' merupakan penanda dari akhir program C++.




Untuk perintah Cout<<" "; merupakan bagian tubuh program C++

lebih jauhnya tentang  C++




  1. File Header C++

  2. Fungsi C++

  3. Statement

  4. dan contoh coding bahasa pemrograman C++,


Semuanya terangkum dalam materi yang dadpat didownload melalui link dibawah ini:









Semoga Bermanfaat


 


Bahasa Pemrograman C++

September 25, 2013 Add Comment



Bahasa Pemrograman C++






Berbicara tentang C++ dan C sebagai bahasa pendahulunya, C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah. Pencipta C adalah Brian W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie pada tahun 1972. C merupakan bahasa pemrograman terstruktur yang membagi program ke dalam sejumlah blok (sub program). Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam pembuatan dan pengembangan program. Program yang ditulis dengan C mudah sekali dipindahkan dari satu jenis mesin ke mesin lain. Hal ini karena adanya standarisasi C yaitu ANSI (American National Standards Institute) yang menjadi acuan para pembuat compiler C.





C++ diciptakan satu dekade setelah C. C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustroup dari Laboratorium Bell, AT&T pada tahun 1983. Pada awalnya C++ diberi nama “A better C”. Nama C++ sendiri diberinama oleh Rick Mascitti. Adapun tanda ++ berasal dari operator increment pada bahasa C. 





Keistimewaan C++ adalah karena bahasa ini mendukung OOP (Object Oriented Programming). Tujuan utama pembuatan C++ adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrogram dalam membuat aplikasi. Kebanyakan pakar setuju bahwa OOP dan C++ mampu mengurangi kompleksitas terutama program yang terdiri dari 10.000 baris lebih, bahkan dapat meningkatkan produktivitas 2x lipat dari C, Pascal dan Basic.





Bagi kawan-kawan yang ingin Mendownload Aplikasi Bahasa Pemrograman C++ dan Tutorial Installasinya, silahkan download melalui link dibawah ini:

















Semoga Bermanfaat





Sejarah Bahasa Pemrograman

July 25, 2013 Add Comment

Sejarah Bahasa Pemrograman




Sejarah Bahasa Pemrograman

Menyambung dengan postingan tentang Pengertian Bahasa Pemrograman, kita akan bahas tentang sejarahnya, langsung saja ke materinya;


Berdasarkan catatan sejarah, bahasa komputer mulai dikenal dan dikembangkan orang sejak penemuan komputer digital, yaitu sekitar tahun 1940-an. Pada akhir 1950-an bahasa komputer yang termasuk assembly language mulai dikembangkan seiring dengan munculnya komputer-komputer untuk keperluan komersil.



Salah satu bahasa komputer yang termasuk bahasa komputer pertama adalah Fortran (singkatan dari formula translation). Bahasa komputer ini dibuat oleh John Backus sekitar awal 1950-an hingga awal 1960-an.


Setelah itu, beberapa bahasa komputer lain dengan berbagai penyempurnaan mulai banyak dikembangkan, misalnya COBOL (Common Business Oriented Language) yang dibuat oleh Grace Hopper, LISP (singkatan dari List Processing) yang dibuat oleh John McCarthy.

Di akhir 1960-an, muncul bahasa komputer yang dikenal dengan SIMULA dan selama kurun waktu 1970-an perkembangan bahasa komputer semakin pesat. Pada saat itu beberapa bahasa komputer yang terkenal antara lain ALGOL, BASIC, PASCAL, C, dan Ada.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa komputer juga turut mengalami perkembangan dengan pesat, sehingga bahasa komputer yang ada sekarang ini, seperti JAVA, C++, Visual Basic, Delphi, SQL dan bahasa-bahasa komputer lainnya dapat digunakan dengan mudah oleh programer.

Bahasa pemrograman menggunakan bahasa atau kata-kata unik yang menjadi kode untuk menjalankan perintah tertentu pada komputer.

Contoh bahasa pemrograman antara lain adalah Turbo Pascal, Fortran, Clipper, dBase, Delphi, Visual Basic, Cobol, Turbo C++, dan lain-lain. Bahasa pemrograman memuat serangkaian perintah yang membentuk software tertentu.

Pada dasarnya, CPU komputer mempunyai sejumlah perintah terbatas yang dikenal dengan kode mesin (machine code). Kode mesin inilah yang berperan sebagai bahasa untuk mengkomunikasikan data komputer. Dalam hal ini, CPU hanya dapat memahami bahasa mesin tersebut dan tidak dengan bahasa lainnya.

Oleh karena itu, untuk dapat digunakan merancang sebuah program komputer yang dapat dioleh oleh CPU, semua bahasa pemrograman pada prinsipnya harus diubah menjadi kode-kode mesin terlebih dahulu.

Semoga Bermanfaat..!

Pengertian Bahasa Pemrograman

July 25, 2013 Add Comment

Pengertian Bahasa Pemrograman-




Bahasa Pemrograman







Pernahkah anda bertanya tentang bahasa yang digunakan dalam komputer?? mungkin anda semua pernah mendengar, membaca atau bahkan pernah menulisnya, atau bahkan sama sekali belum terfikirkan. bagi sobat Bloger Teknik Komputer dan Jaringan Dos-q 28, hal itu harus kalian ketahui dan pahami. agar kalian lebih memahami kerja, kinerja komputer bahkan membuat aplikasi komputer itu sendiri. Langsung saja, simak pembahasan tentang Bahasa Pemrograman dibawah ini.





Bahasa komputer atau yang lebih dikenal dengan nama bahasa pemrograman(programming language) merupakan software yang digunakan untuk membuat suatu program komputer. Bahasa Pemrograman adalah bahasa yang digunakan untuk memprogram atau memerintah komputer.



Sumber dari Wikipedia


Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.





Bahasa Pemrograman dibagi menjadi Empat Level Bahasa yaitu:



  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110

  2. Bahasa tingkat rendah (low level language), Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.

  3. Bahasa tingkat menengah (Middle level language), Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.

  4. Bahasa tingkat tinggi (high level language),  Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.


Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Untuk Materi Lebih lengkapnya tentang Bahasa Pemrograman yang dikemas dalam File Power Point, silahkan Download Melalui Link di bawah ini











Semoga Bermanfaat..!